Penghargaan dari CONSAL untuk Pustakawan Aceh

Kepala Bidang Layanan dan Pelestarian Buku pada Badan Perpustakaan Daerah Aceh (BPDA), Yusnidar, menerima piagam penghargaan dari Congress of Southeast Asian Librarians (CONSAL). Letter of Recognition, demikian nama dari penghargaan tersebut, merupakan pengakuan dari 10 negara di wilayah Asia Tenggara atas segala jasa dan inisiatif Yusnidar menyelematkan aset BPDA ketika terjadi bencana tsunami 26 Desember 2004. Aset yang sempat diselamatkan dan diamankan di kediaman Yusnidar berupa beberapa naskah kuno tentang Aceh dan buku dari koleksi BPDA yang tidak ternilai harganya.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Perpustakaan Nasional Dady P. Rachmananta kepada Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar, yang selanjutnya memberikannya kepada Yusnidar. Acara sederhana dan darurat yang berlangsung pada hari Minggu pagi, 20 Mei 2007, mengambil tempat di ruang tunggu VIP bandara Blang Bintang mengingat padatnya jadwal Wagub dan Kepala Perpusnas untuk bisa saling bertemu. Ketika itu Wagub Nazar akan menuju Korea Selatan melalui Jakarta, dan Kaperpusnas menuju ke Jantho untuk menyerahkan bantuan mobil perpustakaan keliling ke Bupati Aceh Besar pada hari Senin 21 Mei. Peristiwa Minggu pagi itu hanya dihadiri Kepala Biro Umum T. Syamsul Bahri dan Pustakawan Aceh Mirwansyah.

Rekomendasi untuk penghargaan ini bermula ketika serombongan pustakawan dan wartawan dari Malaysia yang bernaung di bawah Persatuan Pustakawan Malaysia (PPM) berkunjung ke Aceh pada awal 2005 guna mengevaluasi jenis bantuan yang bisa diberikan untuk berbagai perpustakaan di sekitar Banda Aceh yang terkena bencana. Rombongan yang dipimpin oleh mantan kepala Perpustakaan Negara Malaysia Zawiyah Baba diterima oleh Yusnidar, satu-satunya pegawai BPDA yang bisa ditemui dan diminta keterangan. Dalam laporan tertulisnya tentang kunjungan ini, mereka menilai bahwa upaya yang telah dilakukan Yusnidar itu sangat terpuji dan patut memperoleh pengakuan dari kalangan pustakawan Asia Tenggara. Usulan ini berlanjut ke tingkat regional setelah mendapat persetujuan dari Kepala Perpusnas untuk diteruskan ke rapat pleno CONSAL.

Penghargaan ini sebetulnya sudah disepakati oleh para pimpinan perpustakaan nasional se Asia Tenggara yang tergabung dalam CONSAL untuk diserahkan kepada Yusnidar pada konferensi CONSAL ke-13 di Manila, Maret 2006. Namun karena timbul beberapa hambatan teknis dalam penyelenggaraan acara, penyerahan itu terpaksa ditunda. Untuk itulah Kepala Perpusnas selaku anggota Executive Board bertindak mewakili CONSAL menyerahkan Letter of Recognition itu ke yang bersangkutan melalui pimpinan daerah Aceh.

You are here