Minat Baca Kian Langka

Jajaran rak tinggi berbaris rapi memenuhi setiap ruangan. Ribuan buku berbagai ukuran memenuhi setiap rak tersebut. Susunan rak-rak ini menyisakan lorong-lorong yang panjang dan berbelok. Beberapa orang sibuk mencari-cari buku. Sebagian lagi bejalan sambil menenteng buku, menuju ruang lain yang berisi meja dan kursi yang tertata rapi .Suasana hening meski sesekali terlihat ada yang membaca sambil mempermainkan jemarinya dituts keypad telepon genggam. Ada juga yang sibuk mencatat dibuku kecil yang mereka bawa. Nyaris tidak saling menegur sapa, mereka serius membaca."Modernisasi teknologi tak urung mempengaruhi budaya masyarakat. Ketika media elektronik seperti televisi dan internet mendunia, media cetak mulai ditinggalkan. Namun tidak ada berubahan minat baca, malah semakin tinggi karena lebih mudah," kata Kepala Bidang Pelayanan dan Teknologi Perpustakaan Wilayah Aceh Hatta Juana."

Budaya membaca masyarakat Indonesia berada diposisi terendah dari 52 negara dikawasan asia timur. Menurutnya, budaya baca dan buku saat ini sangat penting untuk terus dikembangkan. Apa lagi berdasarkan data yang dilansir Organisasi Pengembangan Kerjasama Ekonomi (OECD), 34,5 persen masyarakat Indonesia masih buta huruf. Pada hal Indonesia lebih setengah abad merdeka."Untuk menumbuh kembangkan budaya baca di Aceh, Perpustakaan Wilayah telah melakukan beberapa program, diantaranya kampanye budaya membaca dikalangan anak usia dini," ujar Hatta Juana. Menurutnya, diusia ini lah kebiasaan membaca mulai berkembang. Apalagi, anak-anak adalah penerus generasi bangsa. Apabila dikembangkan dari usia dini, jelasnya akan lebih mudah untuk medukung program tersebut.Hal lain yang perlu dilakukan adalah dukungan penuh orang tua. Salah satunya dengan mengajak anaknya membaca dongeng sebelum tidur. Hal ini akan memberikan dorongan sehingga anak akan terus melakukan hingga dia dewasa.Untuk medukung program membaca sejak dini, Perpustakaan wilayah Aceh menyediakan ruangan khusus untuk anak-anak. Diruangan perpustakaan anak, mereka bisa membaca sambil bermain. Hampir setiap hari ruangan ini dipenuhi anak-anak usia dini yang ditemani guru maupun orang tua mereka.

Berbagai fasilitas terus dikembangkan perpustakaan wilayah untuk menarik minat pengunjung agar budaya baca ini bisa terselamatkan. Di antaranya dengan menyediakan beberapa ruangan untuk tingkat usia. Seperti ruangan dewasa, pelajar dan ruang anak-anak. Selain itu, perpustakaan juga telah dilengkapi teknologi perpustakaan digital.Untuk mencari buku yang akan dibaca, para pengunjung tidak perlu lagi bersusah payah mencari buku dirak-rak berisi ribuan buku. Kami menyediakan teknologi mesin pencari buku. Perpustakaan ini telah termasuk dalam katagori 15 perpustakaan terbaik di Indonesia "Kata Hatta Juana dengan bangga. Animo masyarakat untuk membaca, tambahnya, semakin hari semakin meningkat. Hal tersebut terbukti dari meningkatnya jumlah pengunjung di Perpustakaan Wilayah "Ada ratusan pengunjung setiap harinya.

Bahkan pada hari-hari tertentu pengunjung bisa membludak karena ada kunjungan dari sekolah-sekolah, Pasantren dan masyarakat". kata Hatta Juana. Untuk meningkatkan animo masyarakat, dan pelayanan, kepada pengujung, pihaknya akan membuka layanan malam yang diluncurkan pada januari ini. Tidak hanya dikalangan mahasiswa maupun pelajar, budaya menbaca tumbuh dikalangan penghuni pemasyarakatan.

Para narapidana juga menunjukkan animo budaya baca yang sangat tinggi. "kita lihat dengan terus meningkatnya permintaan buku-buku di beberapa lapas di Aceh" katanya Sementara untuk meningkatkan animo budaya baca dikalangan masyarakat umum, menurut Hatta Juana, pihaknya juga akan mengubah image maupun paradigma masyarakat aceh yang hobi duduk diwarung kopi, menjadi para pembaca yang aktif ."kami akan membuka perpustakaan tenda mini di beberapa lokasi umum di banda aceh." namun perpustakaan wilayah belum mampu menjangkau hingga kedaerah perdalaman di aceh.meski telah ada perpustakaan keliling di sejumlah kabupaten,namun jangkawaannya tidak menyeluruh.hanya di banda aceh dengan ada 6 unit mobil perputakaan keliling yang rutin mengunjungi sekolah - sekolah.

Untuk pencitraan perpustakaan wilayah aceh merencanakan untuk mengadakan pemilihan raja dan ratu baca yang di rangkaikan dengan kegiatan pameran buku.Hatta mengaku,selama ini menurut yang terpantau,para pengunjung lebih banyak mencari dan membaca buku-buku tentang islam,sains dan ilmu pengetahuan lain."setelah hampir 7 dekade kita merdeka,bangsa kita masih belum mampu membebaskan rakyatnya dari belenggu kebodohan,bahkan di bandingkan dengan negara-negara tetangga yang baru belakangan menghirup kemerdekaan.Penjajahan kolonial memang sengaja membuat rakyat jauh dari budaya baca,"katanya.

Fauzan santa,seorang pendiri sekolah menulis dokarim,mengakui minat membaca di aceh sangat meningkat.tapi budaya membaca di aceh bukan budaya membaca yang berkualitas."kebanyakan masyarakat karena terpaksa bukan budaya baca yang kritis.kebanyakan orang mebaca karna disuruh atau karna tugas.Parahnya lagi,kata Fauzan perkembangan teknologi membuat orang lebih banyak sekedar membaca dan menulis status di jejaring sosial.Padahal tulisan itu tidak kritis,berkesimpulan dan bermakna.Fauzan berharap budaya baca di aceh benar-benar bermutu dan kritis.Untuk mengujutkan hal itu,lembaga pendidikan,terutama dikalangan mahasiswa, perlu merancang srategi merangsang minat baca masyarakat.

You are here