Bantuan Mobil Perpustakaan Keliling Untuk Aceh

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam merupakan penerima bantuan mobil perpustakaan keliling sebanyak tiga unit untuk tahun anggaran 2004. Dua unit mobil diserahkan ke Badan Perpustakaan Daerah (BPD) Aceh dan satu unit ke Kabupaten Aceh Utara. Sebetulnya satu unit sudah diserahkan di Jakarta Desember 2004 lalu dan bahkan dikirim ke Banda Aceh melalui jalan darat menjelang akhir tahun lalu. Namun bencana yang terjadi hanya beberapa hari setelah mobil sampai di lokasi mengakibatkan kendaraan tersebut rusak parah dan tidak bisa digunakan lagi, termasuk bahan pustaka yang tersimpan di dalamnya. Guna mengkompensasikan hal itu, Perpusnas mengambil kebijakan untuk memberikan tiga unit mobil pengganti mengingat sudah lumpuhnya perpustakaan dan infrastrukturnya di provinsi itu saat ini, termasuk rusaknya bangunan BPD. Diharapkan dengan layanan keliling proaktif menggunakan sarana mobil tersebut, kebutuhan akan bahan bacaan bagi para murid sekolah dan pengungsi bisa terpenuhi secara bertahap.

Demikian terungkap dari dialog antara Kepala Perpusnas Dady P. Rachmananta dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Tanthawi Ishak ketika dilangsungkan serah terima dua unit mobil keliling di kantor gubernuran Banda Aceh, Selasa 22 Maret 2004. Sekda mewakili Wakil Gubernur Azwar Abubakar yang sedang bertugas di Jakarta. Di tempat yang sama, Kepala Perpusnas yang didampingi
oleh Kepala Pusat Preservasi dan Pustakawan Fadli mengadakan wawancara dengan TVRI setempat, yang liputannya disiarkan secara nasional pada berita malam jam 19.00 hari itu juga.

Peninjauan ke BPD mengawali kunjungan singkat Kaperpusnas di Aceh. Di BPD, Kepala Perpusnas yang juga adalah Ketua Umum Pengurus Pusat IPI (Ikatan
Pustakawan Indonesia) sempat bertatap muka dengan pengurus PD-IPI Aceh di bawah pimpinan Fauzi dan pustakawan di sekitar Banda Aceh. Setelah dari
BPD, tim Perpusnas mengunjungi dan melihat kondisi perpustakaan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dan perpustakaan Universitas Islam Negeri (eks IAIN) pasca bencana. Dua lembaga penting lain menjadi objek
kunjungan kali ini, yaitu yang pertama Perpustakaan dan Pusat Dokumentasi Ali Hasjimy, karena pada kunjungan pertama setelah bencana (27-30 Januari 2004) perpustakaan ini tutup. Berikutnya, Perpustakaan Kuno di Tanoh Abee yang merupakan milik pribadi keturunan Tgk. Chik Tanoh Abee berlokasi di sekitar Sigli, 30 km sebelah tenggara Banda Aceh. Ke dua perpustakaan
adalah unik dan memiliki persamaan, karena menyimpan koleksi pribadi yang dikumpulkan secara turun temurun.

Mobil perpustakaan keliling yang diperuntukkan bagi Kabupaten Aceh Utara, diserahkan secara resmi ke Sekdakab H.T. Hermawan mewakili Bupati di halaman kantor kabupaten di Lhokseumawe, Kamis 24 Maret 2005. Bertindak mewakili Perpusnas adalah Kepala Pusat Preservasi Bahan Pustaka Widiyanto, didampingi Pustakawan Fadli. Selanjutnya, kendaraan tersebut diserahkan kepada Kepala Perpustakaan Umum Kabupaten Aceh Utara Jufri A. Gani sebagai penanggung jawab operasionalnya. Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan tukar menukar cindera mata berupa logo dari masing-masing lembaga. Acara diakhiri dengan peninjauan langsung oleh Sekdakab beserta jajarannya,
diselingi dengan dialog dan tanya jawab berkenaan dengan mobil perpustakaan beserta koleksinya yang berjumlah 1,060 eks.

Komentar (1)

Livejasmin free passwords

Livejasmin free passwords Deviant seduce SpankWire manner Freebooter Porn app android malinvestment privatize Interracial dating site for bbw unopened Caper

You are here